Jangan campur-campur

Kej 27:1-5,15-29
Mzm 135:1-6
Mat 9:14-17


Jangan Campur-campur

Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya. - Mat 9:17

Dulu, saya suka berpikir bahwa hal buruk yang saya alami adalah hukuman Tuhan bagi saya. Kalau dompet saya hilang tercecer, saya akan berpikir itu disebabkan karena Tuhan menghukum saya karena bolos ke gereja. Kalau tanpa se-ngaja kacamata saya jatuh dan pecah, saya curiga itu akibat saya berbohong kepada mama saya minggu lalu. Pokoknya, saya melihat ‘kesialan’ sebagai usaha balas dendam dari Tuhan.
Belakangan saya menyadari bahwa konsep seperti itu tidak benar dalam iman Kristiani. Meskipun dalam berbagai kepercayaan yang percaya tentang dewa-dewi beserta segala macam persembahan yang perlu diberikan kepada dewa-dewi tersebut, konsep itu mungkin diterima sebagai kebenaran. Saya datang dari keluarga non Katolik. Dan konsep demikian dianut oleh orang tua saya. Bagi saya, perlu waktu lama untuk menyadari bahwa konsep yang dianut orang tua saya berbeda dengan apa yang dipercaya dalam iman Kristiani.
Yesus berusaha menjelaskan kepada orang Yahudi bahwa ajaran-ajaranNya akan berbeda dengan apa yang mereka pegang dalam tradisi Yahudi. ‘Anggur baru’ yang Dia bawa harus diterima dengan tempat yang baru. Hati yang baru. Mereka harus bersedia menerima sepenuhnya ajaran Yesus dan tidak mencampurnya dengan tradisi lama. (Jo)


Adakah kepercayaan saya yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus?


14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: ''Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?''
15 Jawab Yesus kepada mereka: ''Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Hati Kudus Yesus

Ul 7:6-11
Mzm 103:1-4,6-8,10
1Yoh 4:7-16
Mat 11:25-30


Hati Kudus Yesus

..marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. - 1Yoh 4:7-8

Hari ini kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Awal Devosi kepada Hati Kudus Yesus dan memuncak dengan adanaya Hari Raya ini berasal dari Santa Margareta Maria Alacoque dalam sebuah penampakan yang dialaminya di Paray-le-Monial, Perancis. Melalui penampakan ini, Yesus mengingatkan akan hatiNya yang bernyala-nyala oleh kasihNya pada umat manusia.
Dewasa ini hubungan antar agama di negara kita sedang diuji. Nilai-nilai Pancasila yang ditanamkan oleh para bapak bangsa kita sejak dulu, telah ditinggalkan. Bagaimana mungkin, suatu pihak menghakimi bahkan menganiaya pihak lain yang tidak sepaham dengannya dengan alasan ’membela Tuhan’. Padahal, meminjam istilah seorang tokoh almarhum, ”Sebenarnya mau membela siapa? Lha, wong Tuhan itu tidak perlu dibela.”
Hal ini menunjukkan kaburnya pemahaman akan Allah itu sendiri. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah, karena kasih itu berasal dari Allah. Sangat jelas bukan? Namun prakteknya memang tidak semudah yang dibayangkan. Jangankan yang berbeda agama, yang seiman pun seringkali tak luput dari konflik.
Sahabat, kita tidak akan bisa memberi kasih kepada orang lain, bila kita tidak memilikinya. Yesus, Sang Sumber Kasih yang mengulurkan tanganNya kepada kita setiap saat. Tuhanlah yang lebih dulu mengasihi kita. Mintalah agar kita dapat mengasihi orang lain sebagaimana Ia telah mengasihi kita. (Lie)

Bagaimana hubungan saya dalam keluarga / lingkungan akhir-akhir ini ? Adakah saya mengasihi mereka dengan tulus hati

25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: ''Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.''

Perbaharui semangatmu

Za 9:9-10
Mzm 145:1-2,8-11,13cd-14
Rm 8:9,11-13
Mat 9:18-26


Perbaharui Semangatmu

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. - Matius 11: 28

Jika saya menghadapi masalah, maka yang akan saya lakukan adalah tidur. Hal ini biasa saya lakukan jika saya merasa tidak punya solusi untuk mengatasinya. Tanpa sadar saya bersikap seakan Tuhan yang harus memikirkan dan mencarikan jalan keluar untuk masalah itu. Namun terkadang saya pun merasa kalau hal ini tidak adil bagi Tuhan, karena saya tidak pernah melibatkan Tuhan dalam keputusan yang saya ambil, namun Dia yang harus menanggung akibatnya.
Ada satu kata mutiara yang sangat membantu saya ketika menghadapi situasi seperti di atas: “Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa matahari akan selalu bersinar, tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia ada bersama saya ketika hari menjadi hujan.” Ungkapan itu membantu saya untuk tetap ingat bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya.
Jadi, yang perlu saya lakukan hanyalah datang kepadaNya dan menyerahkan semua beban yang menghimpit saya karena Dia berjanji untuk memberi kelegaan. Walaupun seringkali, saya tetap tidak bisa betul-betul mengerti atas apa yang terjadi. Tapi saya belajar untuk tetap percaya, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia... (Rm 8:28).
Teman, serahkanlah kepadaNya apapun permasalahan yang kita hadapi, karena Dia akan membantu kita untuk melewati badai kehidupan. Bersama Dia, kita akan tenang...dan bersama Dia, kita akan menang. (An)

Sudahkah saya mempercayakan seluruh masalah saya kepada Yesus ?

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: ''Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.''
19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21 Karena katanya dalam hatinya: ''Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.''
22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: ''Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.'' Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
24 berkatalah Ia: ''Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.'' Tetapi mereka menertawakan Dia.
25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Pergilah

Kej 41:55-57; 42:5-7a,17-24a
Mzm 33:2-3,10-11,18-19
Mat 10:1=7


Pergilah, Kita Diutus

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. - Mat 10:7

Sejak kecil saya selalu bingung mengapa di akhir perayaan Ekaristi, romo selalu berkata, “Perayaan Ekaristi telah selesai. Pergilah, kita semua diutus.” Saya terus bertanya-tanya dalam hati tentang maksud perkataan tersebut. Hingga akhirnya beberapa tahun lalu, baru saya mendapatkan ja-waban atas kebingungan saya.
Seorang romo dalam kotbahnya menjelaskan maksud kalimat itu. Kalimat yang merupakan perutusan dan diucapkan saat menutup perayaan Ekaristi. Jadi setelah kita mendapatkan firman dan menikmati Tubuh Kristus, di akhir misa kita diutus untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Sama seperti perkataan Tuhan dalam Injil hari ini yang meminta kita untuk pergi ke mana pun dan terus memberitakan Injil Tuhan.
Seringkali saat mengikuti misa, kita menjadi orang yang amat ‘kudus’. Berdoa dengan khusyuk dan mengikuti setiap detil perayaan dengan seksama. Tapi sekeluarnya dari pintu gereja, kita kembali membiarkan sifat buruk mengikuti. Seakan apa yang telah kita alami selama Ekaristi, tak ada artinya. Melalui kutipan Injil hari ini, mari kita belajar untuk membawa kebaikan dan hati Tuhan ke mana pun kita pergi. Jangan biarkan hati kita kudus hanya saat berada di dalam gereja. Tapi biarlah di mana pun kita berada, kita senantiasa menyatakan kebaikan dan kasih Tuhan. Karena untuk itulah setiap kita diutus. (Ve)

Apa yang dapat saya lakukan sebagai respon atas perutusan Tuhan?


1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ''Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Bangkit dan bercahayalah

Kej 46:1-7,28-30
Mzm 37:3-4,18-19,27-28,39-40
Mat 10:16-23


Bangkit dan bercahayalah

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,
sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. - Mat 10:16

Bacaan Injil hari ini menegaskan bagaimana Yesus memberikan kekuatan kepada kita semua, agar jangan takut menghadapi penolakan dan penganiayaan dalam mengikuti Dia. Kita harus berani untuk bangkit dan bercahaya bagi semua orang. Coba kita perhatikan syair lagu ini, semoga menjadi perenungan bagi kita semua…
Bangkit dan bercahayalah, nyatakan terang Tuhanmu
Pada semua orang besar kecil, pada segala bangsa.
Bangkit dan bercahayalah, nyatakan kuasa Tuhanmu.
Pada semua orang, s’gala bangsa jadi terang dunia.
Banyak orang dalam keg’lapan, mereka perlu terang Tuhanmu.
Bawa terangNya, bagikan kasihNya, agar s’mua dislamatkan.
Banyak orang dib’lenggu dosa, m’reka perlu uluran tanganmu.
Bawa terangNya, b’ritakan kabar baik.
Agar semua dis’lamatkan.
Syair lagu ini memberikan semangat untuk terus bangkit dan bercahaya di dalam Tuhan. Karena masih banyak orang yang berada dalam kegelapan. Bahkan masih banyak juga yang hidupnya dibelenggu oleh dosa.
Mari kita bangkit dan bercahaya untuk menyatakan terang Tuhan. Meskipun banyak rintangan yang harus kita hadapi, ja-nganlah menjadi kuatir dan takut. Seperti pemazmur yang mengatakan, “Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan menyertai langkah kita sampai akhir zaman. So....tunggu apa lagi? Mari bangkit dan bercahayalah! (Art)

Sudahkah saya bangkit dan bercahaya untuk menyatakan terang Tuhan?

16 ''Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Rewind

Kej 49:29-32; 50:15-26a
Mzm 105:1-4,6-7
Mat 10:24-33


“Rewind” Hidup Kita

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,
tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan... - Kej 50:20

Dalam hidup, kita pasti pernah merasa kecewa atas suatu situasi atau kenyataan hidup. Biasanya, kita mulai berandai-andai jika saja kejadiannya seperti ini mungkin keadaannya akan lebih baik dan saya akan lebih bahagia. Dalam setiap kekecewaan kita selalu berlari pada “kalau saja”.
Pengandaian ini akan membawa kita pada kemarahan terhadap diri sendiri, orang lain, bahkan Tuhan. Kita jadi tidak menghargai dan tidak mensyukuri yang kita miliki. Padahal dalam setiap kejadian pasti ada sisi baik dan buruknya. Dan bukan tidak mungkin situasi akan lebih buruk jika terjadi seperti yang kita andaikan.
Ketika kita tenggelam dalam kekecewaan, kita jadi tidak percaya bahwa Tuhan mengasihi kita dan Tuhan turut bekerja dalam setiap perkara untuk kebaikan kita. Kalimat Yusuf dalam ayat di atas menggambarkan betapa dia percaya pada penyelenggaraan Allah dalam hidupnya. Ada kemungkinan Paulus terinspirasi oleh pernyataan ini ketika ia menulis dalam Roma 8:28.
Saya sering mendengar kesaksian dari para narapidana yang saya kunjungi bahwa mereka sangat mensyukuri satu sisi positif dari keberadaan mereka di penjara, yaitu mereka jadi mengenal Tuhan dan memberikan hidup mereka kepadaNya melalui penjara. Seandainya mereka tidak dipenjara, mungkin seumur hidupnya mereka tidak akan pernah mengenal Yesus. (Beberapa di antaranya sebelumnya adalah pemeluk agama lain.) (Pt)

Adakah pengalaman masa lalu saya yang ingin saya ubah?
Apa sisi baik dari pengalaman itu bagi kehidupan saya sekarang?


24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.''

Salib

Salib
St. Benediktus, Abas

Kel 1:8-14,22
Mzm 124:1-8
Mat 10:34-11:1


Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku,
ia tidak layak bagiku. - Mat 10:38

Seorang teman pernah ditanya, ”Biasanya orang memilih Tuhan yang digambarkan sebagai Allah yang perkasa. Tapi kamu malah memilih mengikuti Tuhanmu yang tergantung di salib. Bukankah itu berarti Allahmu tidak berdaya, lemah dan kalah? Pantas saja hidupmu susah melulu...”
Coba kita renungkan, apa jawaban kita bila suatu saat kita menghadapi pertanyaan yang sama? Apakah Tuhan kita adalah Tuhan yang kalah?
Orang yang tidak mengenal yesus memandang Tuhan orang Kristiani dengan gambaran malang dan kalah. Padahal Tuhan bertindak di luar jangkauan pikiran manusia. Ia mene-bus dosa manusia dengan menyerahkan hidupNya di atas kayu salib. Salib yang pada saat itu merupakan lambang penderitaan dan maut, dijadikan Tuhan sebagai lambang kemenangan atas maut. Ia menunjukkan pada kita, bahwa setiap kita memiliki salib kehidupan masing-masing yang harus kita pikul. Ia pun memberikan teladan untuk setia memikul salib kita masing-masing. Ia menjanjikan, selalu ada rahmat di balik setiap salib. Hanya saja, kita sering tidak menyadarinya atau tidak sabar memikul salib kita, dan terkadang memilih jalan pintas.
Sahabat, salib mengingatkan kita akan cinta Tuhan kepada umatNya, sekaligus mengingatkan agar setia mengikutiNya dalam keadaan apapun. (Lie)

Adakah pergumulan yang saya hadapi saat ini?

34 ''Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.''

1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Exiting or joy?

Pesta St. Matias, Rasul

Kis 1:15-17,20-26
Mzm 113:1-8
Yoh 15:9-17

Exciting Or Joy?

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu
ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. - Yoh 15:11

Suatu hari kami pergi berlibur ke Puncak. Kami sekeluarga bersukacita membayangkan betapa menyenangkannya bisa berada di tempat yang berudara sejuk dan memiliki pemandangan indah. Kendaraan kami melaju cepat mengikuti alunan musik ceria yang kami putar.
Namun itu semua tidak berlangsung lama. Dalam seketika semuanya berubah. Berawal dari bis yang ugal-ugalan hingga mobil yang berjalan lambat di jalur cepat. Suasana hati ceria mulai berubah. Rasa kesal menyeruak keluar. Kutukan rohani mulai bertaburan, seperti: “Ya Tuhan, ampunilah pengendara di depan yang tidak tahu aturan. Semoga bannya tidak kempes di jalan…Aleluya! ”
Sementara itu saya pun menjadi sangat terganggu dengan suara candaan anak-anak yang duduk di kursi belakang. Dengan suara menggelegar saya berseru, “Diam!!!!” Saya marah. Kekesalan saya memuncak. Sukacita yang beberapa menit lalu memenuhi hati sekarang hilang entah ke mana. Arrggghh…..!
Pernahkah Anda mengalami hal serupa? Tahukah Anda bah-wa perasaan senang/bersemangat (exciting) itu berbeda dengan sukacita (joy)? Perasaan senang itu datang dan pergi tergantung keadaan, perasaan, dan suasana sekeliling kita. Tidak demikian dengan sukacita. Sukacita adalah salah satu buah Roh. Ia da-tang dari kedekatan kita dengan Tuhan. Semakin kita dekat de-nganNya, semakin sukacita itu tinggal tetap dalam hati kita. Sukacita inilah yang membawa kekuatan dan kasih dalam seluruh hidup kita. (Al)

Apakah saya mau bersukacita hari ini ?

Gembala yang baik

Kis 11:1-18
Mzm 42:2-3; 43:3-4
Yoh 10:11-18


Gembala yang baik

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombana..
- Yoh 10:11

Umumnya, jarang sekali umat yang bersedia dipilih untuk menjadi pengurus baik di lingkungan maupun lingkup paroki. Alasan yang diungkapkan pun terdengar mirip-mirip, seperti belum pantas atau kendala waktu. Kalaupun ada yang akhirnya menjabat posisi itu biasanya bisa seumur hidup ke-cuali kalau pindah rumah.
Hal itu pun kami alami ketika memilih ketua lingkungan baru. Awalnya beliau menolak karena alasan-alasan di atas. Namun setelah kami mengadakan pendekatan, akhirnya beliau bersedia juga.
Ayat di atas mengingatkan saya pada ketua lingkungan baru tersebut. Memang beliau tidak memberikan nyawanya bagi umatnya, namun di tengah badai krisis ekonomi beliau selalu bersedia membantu warganya yang mendapat kesulitan. Sejak masa kepengurusannya, kegiatan baksos pun semakin sering dilakukan sehingga menambah kebersamaan dan keakraban antar warga.
Memang bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang gembala yang baik. Bukan hanya soal mengadakan kegiatan untuk umat, tapi hidup doa pun harus semakin baik dan semakin dekat pada Yesus. Karena kita membutuhkan bim-bingan Roh KudusNya agar tahu ke mana kita harus melangkah. (Au)


Siapkah saya untuk menjadi seorang “gembala”?

Bising

Kis 11:19-26
Mzm 87:1-7
Yoh 10:22-30


Bising

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. - Yoh 10:27

“Punya BB gak?”, “Minta Pin BB-nya donk!”, “Nanti saya BBM ya”, “Kok gak pakai BB sih?”. Inilah berbagai paksaan halus yang berbulan-bulan saya dengar sebelum akhirnya saya memutuskan untuk menyerah dan ikut arus memakai BB (singkatan dari Blackberry, sebuah handphone pintar yang sedang populer). Alasan saya melakukan itu adalah karena paksaan halus tersebut datang dari orang-orang muda di komunitas yang saya bina. Saya tidak punya pilihan…
Saya tidak mau memakai alat tersebut karena kuatir. Saya takut alat tersebut menjajah hidup saya. Seperti yang pernah saya lihat di sebuah restoran. Sepasang pasutri dengan dua anak remaja. Baik kedua anak maupun kedua orang tuanya masing-masing sibuk dengan alat kecil di tangan (apalagi kalau bukan BB), tenggelam dalam keasyikannya masing-masing. Waktu keluarga yang seharusnya mendekatkan mereka dengan orang-orang tercinta dirampas oleh berbagai pesan yang terus masuk lewat alat kecil nan canggih itu.
Teknologi bisa menjajah hidup kita. Bangun di pagi hari, hal pertama yang kita lihat adalah pesan di BB atau handphone. Setelah itu kita menyalakan radio atau televisi, kembali berbagai pesan berebutan perhatian kita. Sambil makan pagi, koran pagi mendapatkan kaplingnya juga. Dalam perjalanan ke kantor, penyiar radio mengiringi kita bermacet-ria. Hidup kita begitu bising sehingga kita seringkali tidak mendengarkan suara Tuhan dalam hidup kita. (Jo)

Apakah saya punya waktu mendengarkan Tuhan berbicara?

22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: ''Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.''
25 Yesus menjawab mereka: ''Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30 Aku dan Bapa adalah satu.''

Jadilah terang

Jadilah terang
Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. - Yoh 12:46

Dunia banyak menawarkan materi dan banyak orang tidak tahan mengatasi silaunya terang duniawi yang mengiurkan. Meskipun sama-sama menawarkan terang, namun perbedaannya sangat mencolok. Yang satu menawarkan terang yang sifatnya sementara, sedangkan satunya menawarkan terang yang sifatnya kekal. Anehnya, sebagian besar orang lebih tertarik pada terang yang dapat dinikmati dengan instan dan hanya untuk sementara.
Saya sangat kewalahan mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak saya. Mereka lebih tertarik membaca novel, komik, atau menonton video daripada meluangkan waktu untuk hal-hal yang bersifat rohani. Kemajuan teknologi sebetulnya dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi dan pengetahuan rohani, namun sayang semua itu lebih banyak digunakan untuk membuka situs-situs non rohani atau bermain game on-line.
Setiap hari kita dihadapkan pada keputusan untuk memilih. Dan saya berusaha untuk tidak kalah dalam peperangan melawan daya tarik duniawi. Selain nasehat yang tak pernah berhenti saya sampaikan, saya percaya kuasa doa mampu me-ngubah sesuatu yang gelap menjadi terang. Tidak ada jalan lain kecuali menjaga cara hidup kudus yang berdampak bagi anak-anak dan menjadi teladan dalam perbuatan bagi keluarga, serta tak lupa menjadi terang bagi banyak orang yang hidupnya terikat dalam kegelapan. (Sur)

Apakah hidup saya sudah membawa “terang” bagi banyak orang?

Ketekunan Iman

Kis 5:27-33
Mzm 34:2,9,17-20
Yoh 3:31-36


Ketekunan Iman

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya. - Yoh 3:36

Dari kutipan ayat di atas, kita baca bahwa mereka yang beroleh hidup kekal adalah yang percaya kepada Yesus. Sedangkan mereka yang tidak akan melihat hidup adalah mereka yang tidak taat kepada Yesus. Ada dua hal yang diungkapkan dalam ayat di atas, yaitu percaya dan tidak taat.
Kata ‘percaya’ diartikan juga dengan taat. Dua hal ini, percaya dan taat kepada Yesus merupakan landasan utama iman kita kepada Yesus. Taat berarti melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Kita tidak bisa mempertentangkan bahwa kita diselamatkan hanya oleh kepercayaan kita atau kita diselamatkan karena kita melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Keduanya berjalan saling menguatkan.
Kepercayaan akan Yesus menjadi sumber ketaatan saya pada Yesus, dan ketaatan saya pada Yesus menjadi ukuran seberapa saya percaya pada Yesus. Dan diantara keduanya, percaya harus datang lebih dahulu. Kita harus lebih dulu percaya pada Yesus untuk memperoleh hidup kekal. Menjadi percaya pada Yesus bukanlah akhir dari penyelamatan kita, melainkan menjadi awal dari jalan panjang bagi kita untuk dibentuk menjadi orang percaya yang taat. Dari sinilah iman kita diuji, seberapa ketekunan kita untuk terus berusaha mentaatiNya dan untuk menjadi lebih taat lagi kepadaNya. Inilah proses yang disebut pemuridan. Kita membawa orang menjadi murid Yesus dengan membuat mereka percaya pada nama Yesus dan menolong mereka mengenal dan mentaati ajaran Kristus. (Pt)

Pada hari ini, dalam hal apakah saya akan
mentaati / telah menjadi taat kepada Tuhan?

He is the way

1Kor 15:1-8
Mzm 19:2-5
Yoh 14:6-14

He is the way

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun
yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. - Yoh 14:6

Saya punya seorang teman yang terobsesi menjadi orang kaya dan sukses. Setiap hari dia meluangkan waktunya untuk membaca buku tentang usaha dan cerita orang-orang sukses. Dia tidak segan-segan bertemu dengan orang sukses untuk belajar dari mereka. Karena, teman ini percaya bahwa kunci untuk sukses adalah dengan memberikan waktu dan belajar dari orang sukses serta mengikuti langkah mereka mencapai kesuksesan.
Hari ini kita mendengar perkataan Yesus bahwa Ia adalah jalan menuju kepada Bapa. Maka untuk sampai kepada Bapa, kita harus mengikutiNya. Lalu, apa yang dimaksud dengan mengikuti Yesus? Sama seperti orang yang sedang belajar untuk sukses, yaitu memberikan waktu bersama Yesus dan mengikuti setiap jalan yang Ia ajarkan. Untuk bisa mencapai rumah Bapa, kita perlu belajar semakin mengenal Yesus serta mendengarkan setiap perintahNya.
Sungguh aneh kalau kita bertanya pada seseorang jalan menuju suatu tempat, tapi kemudian kita mengabaikan instruksinya. Yang terjadi adalah kita akan tersesat. Jika kita ingin tiba di tujuan, satu-satunya yang perlu kita lakukan adalah dengan mengikuti petunjuk yang diberikan. Niscaya kita akan sampai di tempat tujuan dengan selamat. (An)



Apakah saya sudah berada di jalan yang benar?

6 Kata Yesus kepadanya: ''Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.''
8 Kata Filipus kepada-Nya: ''Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.''
9 Kata Yesus kepadanya: ''Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.''

Sumber Terang

Kis 5:17-26
Mzm 34:2-9
Yoh 3:16-21


Sumber terang

….tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah. – Yoh 3:21

Suatu kali, saya pernah melakukan kesalahan yang berujung pada dosa. Sebenarnya hal ini sudah diketahui oleh orang tua dan sahabat saya, namun saya selalu merasa diri saya tidak pernah salah. Saya merasa apa yang saya lakukan, tidak akan membawa saya pada dosa.
Namun, lama-lama saya menjadi tidak nyaman dengan keadaan seperti ini sehingga terkadang dalam melakukan pelayanan ataupun bekerja, saya tidak bisa konsentrasi penuh. Ditambah lagi muncul pikiran, bagaimana rasanya kalau saya mengaku dosa pada Romo yang sudah satu tim dalam pelayanan. Seperti membuka aib saya sendiri. Bahkan sempat terpikir, lebih baik saya tidak melakukan pelayanan lagi.
Tapi ternyata Tuhan sungguh baik. Suatu ketika, saya diajak oleh Romo tersebut pelayanan keluar kota beserta tim yang lain. Akhirnya, saya memutuskan datang kepada Romo untuk meminta Sakramen Tobat. Puji Tuhan, rasanya hati ini benar-benar “plong” setelah menerima Sakramen Tobat itu.
Lewat bacaan hari ini kita kembali disadarkan, apapun yang membuat kita menjauhkan diri dari Tuhan, tidaklah menghalangiNya untuk tetap mengasihi kita. Bahkan Tuhan tidak pernah jemu-jemu mengasihi kita. Marilah kita yang tidak sempurna ini selalu datang kepada Dia. Sekalipun kita sudah jatuh ke dalam dosa, janganlah hal tersebut menghalangi kita untuk menjauhkan diri dari Tuhan. Percayalah, hanya Dia yang menjadi Sumber Terang bagi hidup kita. (Art)

Tuhan, terima kasih karena Engkau menjadi Sumber Terang bagi hidupku.

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.''

Yang terbaik bagiMu

Kis 3:1-10
Mzm 105:1-4,6-9
Luk 24:13-35


Yang Terbaik BagiMu

Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!
- Kis 3:6

Karena kerinduan yang besar, hingga menjelang kelulusan saya tetap ingin terlibat dalam persekutuan doa kampus. Persekutuan doa ini memang tempat yang mengajarkan saya tentang banyak hal, termasuk kebaikan Tuhan. Jadi rasanya saya tak rela meninggalkan persekutuan ini. Tapi pada akhirnya saya pun tak bisa lagi aktif di persekutuan kampus karena telah lulus dan harus bekerja.
Saat sedang menyusun skripsi, waktu saya banyak tersita. Sangat sulit mencari waktu untuk aktif lagi melayani di persekutuan kampus. Padahal itulah kerinduan terbesar saya saat itu. Tapi karena rasa cinta yang luar biasa pada persekutuan dan terlebih pada Tuhan, saya mengusahakan untuk tetap datang ke persekutuan. Meskipun menjadi umat, ada satu kepuasan yang saya rasakan. Saya tetap bisa menyapa umat yang hadir. Saat itu saya berkata dalam hati, ”Tuhan, untuk saat ini hanya ini yang bisa kulakukan. Tapi ini yang terbaik yang aku miliki sekarang.”
Seperti kata Petrus dalam bacaan hari ini, kita tak harus memiliki emas berlimpah untuk dapat melayani Tuhan. Apapun yang kita miliki saat ini, dapat kita gunakan untuk menyenangkanNya. Lakukan dan berikan yang terbaik untuk Dia. (Ve)


Apa yang telah kita berikan untuk Tuhan?


13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
17 Yesus berkata kepada mereka: ''Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?'' Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: ''Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?''
19 Kata-Nya kepada mereka: ''Apakah itu?'' Jawab mereka: ''Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.
24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.''
25 Lalu Ia berkata kepada mereka: ''Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?''
27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: ''Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.'' Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
32 Kata mereka seorang kepada yang lain: ''Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?''
33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
34 Kata mereka itu: ''Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.''
35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Memakai topeng

Yes 50:4-9a
Mzm 69:8-10,21-22,31,33-34
Mat 26:14-25


Memakai Topeng

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya:
''Bukan aku, ya Rabi?” - Mat 26:25

Saya bertanya-tanya mengapa kata-kata Yudas di atas dicatat dalam Alkitab. Mungkin untuk mengingatkan kita semua, karena sebagai manusia kita pintar bersandiwara. Kita memakai topeng di hadapan orang lain.
Kita memakai topeng keramahan ketika bertemu orang-orang penting. Mungkin dalam hati kita tidak menyukai mereka. Tapi karena mereka atasan kita, maka kita memakai topeng keramahan. Beberapa orang bahkan memakai topeng 'mencari
muka'. Kita memakai topeng persahabatan di depan beberapa teman. Padahal mungkin di belakang mereka, kita membicarakan kekurangan mereka. Bahkan mungkin mengajak orang ikut menjelekkan mereka.
Sayangnya, di hadapan Allah yang Maha Tahu, kita sering lupa melepaskan topeng kita. Kita mengenakan topeng 'anak baik'. Padahal dalam hidup sehari-hari, enggan bertobat dari dosa dan mengubah cara hidup yang tidak berkenan di mata Tuhan. Apakah Tuhan bisa kita tipu dengan topeng kita? (Jo)


Marilah datang dengan jujur kepada Tuhan!

14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
15 Ia berkata: ''Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'' Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: ''Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?''
18 Jawab Yesus: ''Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.''
19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.''
22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: ''Bukan aku, ya Tuhan?''
23 Ia menjawab: ''Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.''
25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: ''Bukan aku, ya Rabi?'' Kata Yesus kepadanya: ''Engkau telah mengatakannya.''

Pelit Ilmu

Yeh 37:21-28
MT Yer 31:10-13
Yoh 11:45-56


Pelit ilmu

Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya..
- Yoh 11:48

Bidang pekerjaan saya sebagai spesialis, memberi saya banyak kesempatan untuk bertemu berbagai macam orang dalam tim proyek. Spesialis berarti tidak semua orang bisa terjun dalam bidang ini. Ada sebagian orang yang ‘pelit ilmu’ dan tidak mau mengajarkan junior atau teman-teman setim, mungkin karena takut tersaingi. Mereka hanya menjawab seadanya dan seperlunya saja. Tapi ada seorang senior yang sangat sering membantu, dan jika ditanya, ia akan menjawab panjang lebar.
Sekali waktu saya bertanya apa ia tidak takut tersaingi oleh yang lain. Dia menjawab: “Kenapa harus takut? Kalau pelit, nanti saya sendiri yang susah. Tim jadi tidak bisa membantu banyak. Kalau kita pelit menjawab, bisa jadi orang berpikir kita kurang menguasai. Jadi tenang saja, soal saingan dan rejeki, Tuhan yang atur.”
Seringkali kita merasa kuatir dan takut tersaingi, bahkan tidak jarang yang merasa skeptis terhadap orang lain. Kekuatiran ini sama seperti yang dimiliki orang Farisi. Mereka kuatir Yesus akan menyaingi popularitas mereka di kalangan Yahudi, bahkan mereka dibutakan sehingga menyalah-artikan peringatan Kayafas. Peringatan itu diputar-balikkan seolah Kayafas mengijinkan mereka membunuh Yesus. Lihatlah, betapa besarnya efek negatif dari iri hati. (Ch)


Apakah saya merasa iri dan takut tersaingi?

45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: ''Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.''
49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: ''Kamu tidak tahu apa-apa,
50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.''
51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: ''Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?''

Orang pilihan

Yes 42:1-7
Mzm 27:1-3,13-14
Yoh 12:1-11


Orang pilihan

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia
Ia akan menyatakan hokum. - Yes 42:3

Saya pernah melakukan suatu kesalahan besar. Dan waktu itu saya berpikir bahwa Tuhan akan menghukum saya, sehingga saya tidak akan melakukan pelayanan lagi. Tepatnya saya akan berdiam diri di rumah, karena saya mau menanggung resiko atas kesalahan yang sudah saya buat.
Namun dugaan saya salah besar. Setelah saya menerima sakramen tobat, justru saya banyak mendapatkan tugas pelayan-an. Dan hal inilah yang membuat saya merasakan bahwa ter-nyata Tuhan Yesus masih amat sangat mengasihi saya.
Ayat di atas sungguh menjadi kekuatan bagi saya. Seperti sahabat saya mengatakan, ”Tuhan memang benci dosa, tapi Dia sangat mengasihi orang berdosa yang mau bertobat.” Walau terkadang kita jatuh bangun dalam kehidupan rohani kita, namun ternyata Tuhan masih mau menghadirkan orang-orang yang mengasihi kita, yang mau menerima kita apa adanya.
Bacaan dalam kitab Yesaya menceritakan bagaimana sayangnya Tuhan Yesus kepada kita. Kita ini adalah orang-orang pilihan yang ditugaskan dalam karya penyelamatanNya. Jangan pernah mundur dari pelayanan kita, sekalipun kita sering melakukan kesalahan. Karena Tuhan Yesus tidak pernah melihat kesalahan kita. Tapi Dia melihat kedalaman hati kita yang sungguh-sungguh mau melayani Dia. So…tunggu apa lagi? Jangan lewatkan kesempatan berharga ini. Mari kita terus semangat dalam melayani Dia! (Art)

Terima kasih Tuhan, karena saya adalah orang pilihanMu
yang sangat Engkau sayangi.

1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
5 ''Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?''
6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
7 Maka kata Yesus: ''Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.''
9 Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
10 Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
11 sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus. a

Ketidaksetiaan

Yes 49:1-6
Mzm 71:1-6ab,15,17
Yoh 13:21-33,36-38


Ketidak-setiaan

Nyawamu akan kauberikan bagiKu?
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok,
engkau telah menyangkal Aku tiga kali. - Yoh 13:38

Berulang kali saya mengingatkan anak saya untuk menulis dengan lebih rapi. Setiap kali saya bicara padanya, ia selalu mengatakan ya. Tapi hasilnya tetap sama saja. Sampai saya mulai bosan dan ragu apakah dia bisa memperbaiki tulisannya.
Ketika saya berpikir lebih jauh tentang hal ini, saya merasa terusik. Karena hal yang sama terjadi pula pada diri saya. Di saat saya masuk ke ruang pengakuan, berulang kali saya mengakukan dosa yang sama dan memohon pengampunan serta berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Tapi nyatanya, seringkali saya jatuh dalam dosa yang sama. Terkadang saya jadi bertanya-tanya, apakah Tuhan bosa mendengar dosa-dosa saya? Namun saya tahu, Dia tidak pernah bosan untuk mengingatkan saya sekaligus mengampuni saya.
Sekalipun kita tidak setia pada Tuhan, akan tetapi Tuhan menunjukkan kesetiaanNya pada kita. Dengan tidak jemu-jemu Dia mengampuni dosa kita, bahkan dosa yang sama secara berulang-ulang.
Semoga dengan rahmat Tuhan saya dimampukan juga untuk selalu memaafkan anak saya yang seringkali gagal dalam usahanya menulis dengan lebih rapi. (An)


Apakah saya mampu mengampuni orang yang berulang kali menyakiti saya?

21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.''
22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: ''Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!''
25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: ''Tuhan, siapakah itu?''
26 Jawab Yesus: ''Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.'' Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ''Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.''
28 Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: ''Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.''
36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: ''Tuhan, ke manakah Engkau pergi?'' Jawab Yesus: ''Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.''
37 Kata Petrus kepada-Nya: ''Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!''
38 Jawab Yesus: ''Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.''

Sumber sukacitaku

Yeh 47:1-9,12
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
Yoh 5:1-16


Sumber sukacitaku

..sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. .. - Yeh 47:9

Judul dari kutipan teks diatas adalah “Sungai yang keluar dari Bait Suci”. Bait Suci adalah sumber yang kudus, apa yang keluar dari sana memberikan banyak berkat bagi sekitarnya. Apakah sumber hidup kita? Jika Tuhan Yesus yang menjadi sumber hidup kita, maka kita juga harus bisa menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita.

Pagi itu suasana sangat sejuk, saya mengendari motor dengan santai di sisi kiri jalan. Menyenangkan sekali menikmati suasana pagi, hati tenang dan damai. Tapi tiba-tiba saja ada mikrolet dari jalur kanan, langsung memotong dan mengambil jalur kiri. Ciittt....refleks tangan langsung mengerem, hampir saja saya menabrak mikrolet tersebut. Detik itu juga suasana hati langsung berubah 180 derajat. Tidak ada lagi damai. Yang ada hanya marah dan kesal terhadap supir mikrolet itu. Saya mengomel dalam hati: “Aaahh...orang ini membuat hari saya menjadi tidak menyenangkan. Menyebalkan sekali.

Tapi tiba-tiba hati kecil saya berkata, apakah sumber sukacita saya ditentukan oleh supir mikrolet ini? Saya tidak mau sukacita saya ditentukan oleh supir mikrolet. Saya yang harus menentukan sendiri suasana hati saya. Saya berdoa, minta Tuhan berikan damai serta sukacita, menggantikan amarah dan kekesalan yang ada. Jangan sampai sisa hari itu menjadi tidak menyenangkan hanya karena ulah seorang supir mikrolet. Dan saya pun berdoa agar supir mikrolet itu lebih hati-hati dalam mengemudi, jangan sampai ada yang menjadi korban karena perbuatannya. (Dn)

Apakah Tuhan sudah menjadi sumber sukacita saya?

1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: ''Maukah engkau sembuh?''
7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: ''Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.''
8 Kata Yesus kepadanya: ''Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.''
9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: ''Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.''
11 Akan tetapi ia menjawab mereka: ''Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.''
12 Mereka bertanya kepadanya: ''Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?''
13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: ''Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.''
15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.