Kita berbeda

Yes 58:1-9a
Mzm 51:3-6a,18-19
Mat 9:14-15



Kita berbeda

Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?
- Mat 9:14

Ada cerita tentang seorang bapak dan anaknya yang membawa seekor keledai menuju ke kota. Dalam perjalanan, awalnya bapak meminta anaknya untuk duduk di atas keledai. Setelah melewati suatu tempat, karena orang-orang berkomentar kalau anaknya tidak tahu diri membiarkan bapaknya yang sudah berumur jalan kaki, merekapun bertukar tempat. Bapak naik keledai, anak jalan kaki. Tak lama mereka pun melewati kerumunan orang banyak, dan lagi-lagi orang-orang berkomentar si bapak begitu kejam membiarkan anaknya jalan kaki, sedangkan ia dengan enaknya duduk di punggung keledai. Karena perduli akan omongan orang, akhirnya mereka berdua duduk bersama di punggung keledainya. Tatkala tiba di suatu tempat, kembali orang-orang berkomentar betapa kejamnya mereka terhadap keledainya yang berjalan terseok-seok menahan beban dua orang di punggungnya. Akhirnya tak satupun dari mereka duduk di atas keledai.
Saya ingin mengajak kita melihat cerita di atas dengan menempatkan diri kita sebagai orang-orang di sepanjang jalan. Bukankah kita sering bersikap seperti mereka dalam hidup kita sehari-hari? Seringkali begitu mudahnya kita berkomentar atau bahkan eks-trimnya, menghakimi orang lain. Padahal kita tidak mengerti betul sikon yang dialami orang lain. Apa yang terlihat belum tentu menggambarkan apa yang sesungguhnya terjadi. Tapi kita sibuk berkomentar ini dan itu.
Marilah kita belajar untuk tidak menghakimi orang lain, karena setiap orang tentu punya cara dan pertimbangannya masing-masing dalam menghadapi setiap situasi. (Jc)

Apakah saya mudah menghakimi orang lain?


Mat 9:14-15
14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: ''Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?''
15 Jawab Yesus kepada mereka: ''Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

I will follow you

Ul 30:15-20
Mzm 1:1-4,6
Luk 9:22-25

I WILL FOLLOW YOU, JESUS...

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. - Luk 9:22

Setiap pulang retret, saya pasti menjad sangat berapi-api untuk melayani. Saya rajin mengikuti persekutuan doa, membaca Kitab Suci, dan juga berdoa. Rasanya hati ini sangat dipenuhi oleh sukacita Tuhan. Yang ingin saya lakukan adalah selalu dekat denganNya.

Tapi setelah kembali menjalani kehidupan nyata, saya mulai kehilangan sukacita tersebut. Saat masalah datang, saya bergumul dan berjuang sendiri. Saya mulai bertanya dalam hati mengapa masalah ini datang ke kehidupan saya, padahal saya telah menjadi pengikut Kristus. Saat apa yang saya rencanakan tak berjalan sesuai keinginan, saya mempertanyakan keberadaan Tuhan. Saya menjadi ragu akan kebaikan Tuhan.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan saya bahwa Tuhan tidak menjanjikan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dia tidak menjanjikan jalan kehidupan yang penuh kebahagiaan. Masalah akan terus datang silih berganti dan itu merupakan salib yang harus kita pikul untuk terus dapat mengikuti jalanNya. Tuhan ingin kita menjadi kuat melalui masalah-masalah yang hadir dalam hidup kita. Tuhan ingin kita datang kepadaNya, memohon kekuatan untuk menghadapi setiap masalah yang ada.

Percayalah, Dia tak pernah meninggalkan kita sendirian. Teruslah mengikuti Dia agar kita memperoleh kebahagiaan dan kedamaian sejati. (Ve)

Apakah saya berani untuk terus memikul salib dan mengikuti Yesus?

-------

9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?