Perbaharui semangatmu

Za 9:9-10
Mzm 145:1-2,8-11,13cd-14
Rm 8:9,11-13
Mat 9:18-26


Perbaharui Semangatmu

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. - Matius 11: 28

Jika saya menghadapi masalah, maka yang akan saya lakukan adalah tidur. Hal ini biasa saya lakukan jika saya merasa tidak punya solusi untuk mengatasinya. Tanpa sadar saya bersikap seakan Tuhan yang harus memikirkan dan mencarikan jalan keluar untuk masalah itu. Namun terkadang saya pun merasa kalau hal ini tidak adil bagi Tuhan, karena saya tidak pernah melibatkan Tuhan dalam keputusan yang saya ambil, namun Dia yang harus menanggung akibatnya.
Ada satu kata mutiara yang sangat membantu saya ketika menghadapi situasi seperti di atas: “Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa matahari akan selalu bersinar, tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia ada bersama saya ketika hari menjadi hujan.” Ungkapan itu membantu saya untuk tetap ingat bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya.
Jadi, yang perlu saya lakukan hanyalah datang kepadaNya dan menyerahkan semua beban yang menghimpit saya karena Dia berjanji untuk memberi kelegaan. Walaupun seringkali, saya tetap tidak bisa betul-betul mengerti atas apa yang terjadi. Tapi saya belajar untuk tetap percaya, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia... (Rm 8:28).
Teman, serahkanlah kepadaNya apapun permasalahan yang kita hadapi, karena Dia akan membantu kita untuk melewati badai kehidupan. Bersama Dia, kita akan tenang...dan bersama Dia, kita akan menang. (An)

Sudahkah saya mempercayakan seluruh masalah saya kepada Yesus ?

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: ''Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.''
19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21 Karena katanya dalam hatinya: ''Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.''
22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: ''Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.'' Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
24 berkatalah Ia: ''Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.'' Tetapi mereka menertawakan Dia.
25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Pergilah

Kej 41:55-57; 42:5-7a,17-24a
Mzm 33:2-3,10-11,18-19
Mat 10:1=7


Pergilah, Kita Diutus

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. - Mat 10:7

Sejak kecil saya selalu bingung mengapa di akhir perayaan Ekaristi, romo selalu berkata, “Perayaan Ekaristi telah selesai. Pergilah, kita semua diutus.” Saya terus bertanya-tanya dalam hati tentang maksud perkataan tersebut. Hingga akhirnya beberapa tahun lalu, baru saya mendapatkan ja-waban atas kebingungan saya.
Seorang romo dalam kotbahnya menjelaskan maksud kalimat itu. Kalimat yang merupakan perutusan dan diucapkan saat menutup perayaan Ekaristi. Jadi setelah kita mendapatkan firman dan menikmati Tubuh Kristus, di akhir misa kita diutus untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Sama seperti perkataan Tuhan dalam Injil hari ini yang meminta kita untuk pergi ke mana pun dan terus memberitakan Injil Tuhan.
Seringkali saat mengikuti misa, kita menjadi orang yang amat ‘kudus’. Berdoa dengan khusyuk dan mengikuti setiap detil perayaan dengan seksama. Tapi sekeluarnya dari pintu gereja, kita kembali membiarkan sifat buruk mengikuti. Seakan apa yang telah kita alami selama Ekaristi, tak ada artinya. Melalui kutipan Injil hari ini, mari kita belajar untuk membawa kebaikan dan hati Tuhan ke mana pun kita pergi. Jangan biarkan hati kita kudus hanya saat berada di dalam gereja. Tapi biarlah di mana pun kita berada, kita senantiasa menyatakan kebaikan dan kasih Tuhan. Karena untuk itulah setiap kita diutus. (Ve)

Apa yang dapat saya lakukan sebagai respon atas perutusan Tuhan?


1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ''Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.